Strategi Penataan Spasial Dan Manajemen Drainase Berkelanjutan Berbasis Kolaborasi Multi Aktor Di Kabupaten Jayapura (Studi Kasus: Koridor Jalan Kemiri, Sentani Kota)

Penulis

  • Jenny Oktoviana Usior Institut Teknologi dan Bisnis Karya Pembangunan Papua

Kata Kunci:

Collaborative Governance, Drainase Perkotaan, Koridor Jalan Kemiri, Sentani, Tata Ruang

Abstrak

Kawasan perkotaan Sentani di Kabupaten Jayapura memegang peranan vital sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional, namun urbanisasi yang pesat memicu tekanan guna lahan tinggi yang tidak diimbangi daya dukung infrastruktur tata air perkotaan. Koridor Jalan Kemiri – Pasar Baru menjadi zona komersial strategis yang secara konsisten mengalami kelumpuhan akibat bencana genangan air berulang setiap musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar dan siklus permasalahan drainase perkotaan di Sentani serta merumuskan strategi penataan spasial dan manajemen drainase berkelanjutan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan sistem (systems approach). Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan berbasis dokumentasi foto geotagging, sedangkan data sekunder dihimpun dari telaah literatur ilmiah dan media lokal. Analisis data dilakukan secara kualitatif-komparatif melalui analisis mismatch kapasitas saluran dan analisis pemangku kepentingan (stakeholder analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar masalah di hulu dipicu oleh alih fungsi lahan komersial menjadi kawasan kedap air serta buruknya tata kelola sampah domestik dan pasar yang secara drastis melonjakkan volume limpasan permukaan (run off). Di sisi lain, jaringan drainase mikro mengalami sedimentasi dan penyumbatan mekanis sehingga komponen baru seperti box culvert di depan pertokoan Saga Kemiri tidak berfungsi optimal, memicu aliran balik (backwater) saat berdurasi hujan tinggi. Dampak spasial ini melumpuhkan mobilitas jalan utama dan merugikan ekonomi pedagang secara kronis. Penyelesaian masalah terhambat oleh celah tata kelola yang terfragmentasi antara instansi pusat (BBPJN) dan daerah (Dinas PUPR serta DLH). Penanganan drainase Sentani mutlak membutuhkan intervensi kebijakan terpadu hulu-hilir berbasis tata kelola kolaboratif (collaborative governance) secara berkelanjutan

Referensi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura. (2023). Laporan Data Kebencanaan, Titik Genangan, dan Dampak Sosio-Ekonomi Perkotaan Sentani. Sentani: BPBD Kabupaten Jayapura.

Harfianty, H., Andriani, H. S., Ahmad, H., Nurfita, S., & Utami, W. (2019). Degradasi Lingkungan Sebagai Pemicu Banjir Bandang Sentani. Jurnal Pertanahan, 9(2), 115-128.

Labok, A. M., Mujiati, M., & Rante, H. (2024). Analisis Sebaran Penggunaan Lahan Setelah Banjir Bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi, 13(02), 72-81.

Paseru, R. L., Mangisu, D., & Toding, M. C. (2022). Analisis Debit Banjir Rencana untuk Drainase Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Jurnal Teknik Hidro, 15(2), 94-105.

Universitas Cenderawasih. (2023). Dokumen Analisis Spasial dan Tata Kelola Penataan Pemukiman Kumuh Perkotaan di Sentani Kabupaten Jayapura. Jurnal ELIPS FT-UNCEN, 11(1), 45-58.

Diterbitkan

22-08-2026

Cara Mengutip

Usior, J. O. (2026). Strategi Penataan Spasial Dan Manajemen Drainase Berkelanjutan Berbasis Kolaborasi Multi Aktor Di Kabupaten Jayapura (Studi Kasus: Koridor Jalan Kemiri, Sentani Kota). Jurnal Ekonomi, Pendidikan Dan Perencanaan Pembangunan Daerah, 4(1), 11–16. Diambil dari https://ejurnal.itbkpp.ac.id/index.php/JEP3D/article/view/64

Terbitan

Bagian

Jurnal Volume 4 Nomor 1 Juli 2026